Kamis, 13 September 2018

TUGAS PAB 2018


Identitas Diri
Nama               : Ifma Putri Wulandari
NIM                : 180210103061
Prodi               : Pendidikan Biologi
Kelompok       : Bunga Dahlia (Dahlia pinnata)

Identitas Jurnal
Judul                 : Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Pembuat Kasur (Studi Kasus di Desa Banjarkerta Karanganyar Purbalingga)
Penulis              : Ratna Yuliawati
Jenis Jurnal        : Jurnal Ilmiah Manuntung
Volume/nomor  : Vol 1/No. 2
Halaman            : 154-158
Tahun terbit      : 2015
Nomor ISSN     : 2477-1821

Isi Jurnal         
 Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Ratna Yuliawati, menggambarkan bahwa gangguan fungsi paru adalah gangguan paru berupa ketidakmampuan pengembangan (elastisitas) parunya maupun gangguan saluran napas yang menyebabkan perlambatan aliran udara ketika respirasi atau bernafas. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang menyebabkan gangguan fungsi paru-paru antara lain banyaknya kadar total partikel debu yang dihirup, masa kerja, penggunaan masker dan pekerjaan terpisah antar bagian. Faktor lainnya yang menyebabkan gangguan fungsi paru-paru adalah umur, status gizi, masa kerja, dan ventilasi udara. Masyarakat menyarankan kepada departemen tenaga kerja dan dinas kesehatan untuk melakukan tindakan pencegahan agar pekerja  pembuat kasur dapat terjaga kesehatan dan keselamatan kerjanya. Kebanyakan penyakit paru dari debu industri, mempunyai gejala dan tanda seperti, gangguan pernafasan, nafas pendek, dan merasa kekurangan udara (nafas megap-megap). Paparan terhadap debu juga dapat menyebabkan iritasi di saluran pernafasan, iritasi ini selanjutnya mengakibatkan proses peradangan paru sehingga pada akhirnya terjadi gangguan fungsi paru.

Hal Menarik Yang Didapat
Pembuat kasur adalah salah satu pekerjaan berisiko tinggi yang dapat membuat gangguan fungsi paru-paru. Karena paparan debu di lingkungan kerja dapat menimbulkan berbagai penyakit paru yang mengakibatkan gangguan fungsi paru. Pekerja yang jarang menggunakan masker beresiko untuk mengalami gangguan fungsi paru 44 kali lebih besar daripada pekerja yang selalu menggunakan masker.

Terminologi
1.      Restriksi                      : Pembatasan dalam lapangan produksi (impor, pemberian kredit, dan sebagainya)
2.      Obstruksi                     : Sumbatan, rintangan (cairan yang tidak dapat mengalir atau bergerak dalam saluran, seperti adanya batu dalam empedu, adanya lumpur dalam pipa air)
3.      Allergen                      : Subtansi yang dapat menyebabkan alergi, misalnya serbuk sari, bulu binatang, dan makanan tententu
4.      Epidemologis              : Ilmu tentang penyebaran penyakit menular pada manusia dan faktor yang dapat memengaruhi penyebaran itu.
5.      Byssinosis                   : Penyakit yang disebabkan oleh debu kapas dan jerami , misalnya pada pekerja tekstil, ditandai dengan sesak dan napas pendek.
6.      Promotif                      : Bersifat memajukan atau meningkatkan.
7.      Preventif                     : Bersifat mencegah (supaya jangan terjadi apa-apa)
8.      Anamnesis                   : Keterangan tentang kehidupan seseorang (klien) yang diperoleh melalui wawancara dan sebagainya.
9.      Fibrosis                        : Pembentukan jaringan ikat fibrosa yang berlebihan pada organ atau jaringan akibat proses peradangan atau penyembuhan, biasa terjadi pada hati, paru, jantung, dan peritoneum.
10.  Parameter                    : Ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dari yang terdapat di dalam percontoh.
11.  Inklusi                         : Keadaan terkepung atau dikelilingi oleh suatu zat, misalnya gas dalam logam atau bahan asing yang tersuspensi dalam suatu hablur.
12.  Eksklusi                       : Tindakan mengeluarkan sesuatu atau seseorang.
13.  Prevalensi                    : Jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar