Identitas Diri
Nama : Ifma Putri Wulandari
NIM : 180210103061
Prodi : Pendidikan Biologi
Kelompok : Bunga Dahlia (Dahlia pinnata)
Identitas Jurnal
Judul : Faktor – Faktor yang
Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Pembuat Kasur (Studi Kasus
di Desa Banjarkerta Karanganyar Purbalingga)
Penulis : Ratna Yuliawati
Jenis Jurnal : Jurnal Ilmiah Manuntung
Volume/nomor : Vol 1/No. 2
Halaman : 154-158
Tahun terbit : 2015
Nomor ISSN : 2477-1821
Isi
Jurnal
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh
Ratna Yuliawati, menggambarkan bahwa gangguan fungsi paru adalah gangguan paru
berupa ketidakmampuan pengembangan (elastisitas) parunya maupun gangguan
saluran napas yang menyebabkan perlambatan aliran udara ketika respirasi atau
bernafas. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang menyebabkan
gangguan fungsi paru-paru antara lain banyaknya kadar total partikel debu yang
dihirup, masa kerja, penggunaan masker dan pekerjaan terpisah antar bagian. Faktor
lainnya yang menyebabkan gangguan fungsi paru-paru adalah umur, status gizi,
masa kerja, dan ventilasi udara. Masyarakat menyarankan kepada
departemen tenaga kerja dan dinas kesehatan untuk melakukan tindakan pencegahan
agar pekerja pembuat kasur dapat terjaga kesehatan dan keselamatan kerjanya. Kebanyakan
penyakit paru dari debu industri, mempunyai gejala dan tanda seperti,
gangguan pernafasan, nafas pendek, dan merasa kekurangan udara (nafas
megap-megap). Paparan terhadap debu juga dapat menyebabkan iritasi di saluran
pernafasan, iritasi ini selanjutnya mengakibatkan proses peradangan paru
sehingga pada akhirnya terjadi gangguan fungsi paru.
Hal Menarik Yang Didapat
Pembuat kasur
adalah salah satu pekerjaan berisiko tinggi yang dapat membuat gangguan fungsi
paru-paru. Karena paparan
debu di lingkungan kerja dapat menimbulkan berbagai penyakit paru yang
mengakibatkan gangguan fungsi paru. Pekerja yang jarang menggunakan masker
beresiko untuk mengalami gangguan fungsi paru 44 kali lebih besar daripada
pekerja yang selalu menggunakan masker.
Terminologi
1.
Restriksi
: Pembatasan dalam
lapangan produksi (impor, pemberian kredit, dan sebagainya)
2.
Obstruksi : Sumbatan, rintangan
(cairan yang tidak dapat mengalir atau bergerak dalam saluran, seperti adanya
batu dalam empedu, adanya lumpur dalam pipa air)
3.
Allergen : Subtansi yang dapat
menyebabkan alergi, misalnya serbuk sari, bulu binatang, dan makanan tententu
4.
Epidemologis : Ilmu tentang penyebaran penyakit
menular pada manusia dan faktor yang dapat memengaruhi penyebaran itu.
5.
Byssinosis
: Penyakit yang
disebabkan oleh debu kapas dan jerami , misalnya pada pekerja tekstil, ditandai
dengan sesak dan napas pendek.
6.
Promotif : Bersifat memajukan atau
meningkatkan.
7.
Preventif : Bersifat mencegah (supaya
jangan terjadi apa-apa)
8.
Anamnesis : Keterangan tentang
kehidupan seseorang (klien) yang diperoleh melalui wawancara dan sebagainya.
9.
Fibrosis : Pembentukan jaringan
ikat fibrosa yang berlebihan pada organ atau jaringan akibat proses peradangan
atau penyembuhan, biasa terjadi pada hati, paru, jantung, dan peritoneum.
10. Parameter : Ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang
harus diperkirakan dari yang terdapat di dalam percontoh.
11. Inklusi : Keadaan terkepung atau dikelilingi oleh
suatu zat, misalnya gas dalam logam atau bahan asing yang tersuspensi dalam
suatu hablur.
12. Eksklusi : Tindakan mengeluarkan sesuatu atau
seseorang.
13. Prevalensi : Jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi
pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah.